Selasa, 4 Agustus 2026

FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia, Ancaman Boikot Jadi Pemicu Utama

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menghentikan rencana kontroversial untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Keputusan mundur ini diambil menyusul gelombang penolakan keras serta ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola dunia, termasuk UEFA.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia dan turnamen besar lainnya kepada investor swasta. Langkah mundur ini diambil setelah badan sepak bola dunia tersebut menghadapi gelombang penolakan publik serta ancaman boikot dari berbagai pihak.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino menggagas wacana tersebut pada bulan Juli lalu dan merencanakan pemungutan suara untuk mengesahkannya. Namun, ide ini langsung memicu kemarahan luas dari para pelaku dan pengamat di industri sepak bola global.

"Langkah ini harus segera dihentikan demi menjaga persatuan sepak bola dunia," tegas perwakilan asosiasi sepak bola Eropa merespons rencana kontroversial tersebut.

Otoritas sepak bola Eropa, UEFA, bahkan secara tegas menyatakan akan memboikot ajang Piala Dunia jika wacana tersebut disahkan. Sikap keras kepala UEFA ini turut didukung penuh oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Concacaf yang menaungi wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.

Meskipun sempat merilis pernyataan pembelaan yang menyebutkan bahwa tidak ada penjualan aset sepak bola secara sepihak, tekanan masif dari berbagai konfederasi membuat FIFA akhirnya melunak. Sejumlah kepala asosiasi sepak bola nasional bahkan tetap mendesak agar Gianni Infantino mundur dari jabatannya.

Redaksi Rafael Ribeiro La Liga
Redaksi Rafael Ribeiro La Liga
Tim redaksi Rafael Ribeiro La Liga yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari La Liga Spanyol.
Redaksi Rafael Ribeiro La Liga adalah tim jurnalis sepak bola profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari kompetisi tertinggi Spanyol. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan pembaca dalam setiap pemberitaan.