Xabi Alonso Akui Dipecat Real Madrid Tinggalkan Bekas Luka Mendalam
Masa bakti singkat Xabi Alonso di kursi kepelatihan Real Madrid rupanya masih menyisakan kenangan emosional bagi sang juru taktik. Didatangkan pada musim panas 2025 untuk membawa angin segar usai era tanpa trofi Carlo Ancelotti, Alonso justru harus angkat kaki lebih cepat dari ibu kota Spanyol.
Pemecatan tersebut terjadi secara mendadak pada bulan Januari tahun ini akibat masalah internal di pusat latihan Valdebebas. Meskipun reputasinya di dunia kepelatihan tetap terjaga dan langsung membawanya berlabuh ke klub Premier League Chelsea, keputusan manajemen klub tetap memberikan dampak psikologis.
Dalam wawancara eksklusif bersama The Athletic pada hari Minggu, sang pelatih tidak menampik rasa sakit yang dialaminya saat itu. "Untungnya tidak banyak bekas luka dalam karier saya, jadi ya, saya mendapat bekas luka setelah dipecat di Madrid," ungkapnya.
Meski demikian, pelatih berusia 44 tahun itu menegaskan bahwa luka tersebut kini telah pulih sepenuhnya seiring lembaran baru dalam kariernya. "Tapi ini sembuh, sekarang sudah sembuh, dan saya sangat termotivasi serta bertekad menikmati langkah berikutnya seperti saat pertama kali memulai di Madrid," tuturnya.
Kini, Xabi Alonso fokus menatap tantangan baru di Liga Inggris bersama Chelsea setelah menuntaskan babak singkatnya yang penuh gejolak di kompetisi sepak bola Spanyol.
Artikel Lainnya
Mantan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dikabarkan segera menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk menukang...
Bernardo Silva menyelesaikan sesi latihan pertamanya sebagai penggawa anyar Real Madrid setelah menyelesaikan tugas dari...
Gelandang berpengalaman Bernardo Silva resmi bergabung dengan Real Madrid secara bebas transfer setelah kontraknya di Ma...
Proyek renovasi masif Stadion Santiago Bernabeu melibatkan arsitek asal Catalunya sekaligus pendukung Barcelona, Josep R...
Masa depan penyerang sayap Real Madrid, Vinicius Junior, kembali menjadi sorotan tajam menyusul deadlock perpanjangan ko...